PENGEMBANGAN SISTEM INOFRMASI DENGAN OUTSOURCING ATAU INCOURCING

I.                  PENDAHULUAN

 

1.1.  Latar Belakang

Akhir-akhir ini makin banyak perusahaan menggunakan outsourcing baik dalam penggunaan pekerja maupun dalam pemborongan pekerjaan seperti pengembangan sistem informasi. Outsourcing atau alih daya adalah pemindahan pekerjaan (operasi) dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Hal ini biasanya dilakukan untuk memperkecil biaya produksi atau untuk memusatkan perhatian kepada hal utama dari perusahaan tersebut. (Wikipedia 2014)

Permenakertrans nomor 19/2012 akan mulai efektif berlaku mulai Nopember 2013. Peraturan ini mengatur penyerahan sebagian pekerjaan kepada perusahaan lain. Pekerjaan yang boleh diserahkan kepada perusahaan lain yaitu kegiatan diluar usaha pokok (core business) suatu perusahaan,  antara lain : usaha pelayanan kebersihan, penyediaan makanan bagi pekerja, usaha tenaga pengaman, usaha penunjang di pertambangan dan perminyakan, serta usaha penyediaan angkutan pekerja/buruh. Jadi Perusahaan Outsourcing adalah Perusahaan yang menyediakan jasa tenaga kerja yang meliputi pekerjaan yang akan ditempatkan pada perusahaan yang menginginkannya.

Penggunaan outsourcing memungkinkan perusahaan lebih fokus dalam kegiatan utamanya, sedangkan kegiatan pendukung diserahkan pihak lain yang mengelola. Struktur manajemen akan lebih ramping karena jumlah pegawai lebih sedikit dan praktis karena berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kegiatan diluar usaha pokok ditangani perusahaan lain. Hal ini akan mendorong terjadinya proses spesialisasi sehingga lebih menguntungkan bagi perusahaan.

Untuk pengembangan sistem informasi, penggunaan outsourcing akan lebih efisien, dapat menghemat biaya perusahaan karena biayanya lebih murah dan perusahaan bisa lebih fokus pada bisnis intinya. Dengan penggunaan outsourcing ini perusahaan di daerah kecil pun bisa akses sistem yang digunakan perusahaan mendunia.Tugas SIM Outsourcing